.... - Now

Baca filosopi kopi, jadi keinget dan pengen cerita tentang seorang D yang cukup lama lia kenal dan ditambah dengan berbagai macam celotehan bermutunya pada saat itu tentang sebuah dimensi waktu yang saling tarik menarik yang akhirnya membuat aku tertawa dan semakin kagum dengan sosoknya..karena apa yang D bilang pada saat itu memiliki kandungan konsep yang sama  dengan sebuah buku yang lagi jadi best seller sampai detik ini The Secret.

Beberapa tahun yang lalu kami bertiga (D, P, dan lia) makan disebuah tempat yang saat itu masih enaaak banget. Karena masih asri, ada bunyi sungainya, makanannya pun masih sedep banget (bahasa jawa’nya makanan yang merasuk bumbunya…) kami duduk diamben, pesan dan akhirnya nunggu makanan, kami pun bercerita tentang banyak hal. Tentang impian kami masing-masing, tentang tujuan hidup kami, dan lia cukup bangga karena menjadi saksi dari keberhasilan mereka.

Banyak yang sudah mereka alamin saat ini, mungkin gak cuma mereka, tapi banyak yang sudah terjadi dalam hidup kita semua hingga saat ini…banyak rencana D’ dan P yang akhirnya  saat ini terwujud dengan jalan dan cara yang lain. Dari yang waktu itu D dan P berjanji, kalo 7 sampai 10 tahun mendatang mereka tidak mendapatkan pasangan, maka mereka akan menjadi pasangan, sampai janji P yang tetap akan tinggal diyogya, walaupun kariernya akan lebih baik dijakarta, dan berbagai macam hal yang saat ini telah terjadi….  

Jalan hidup yang telah mereka lalui selalu menjadi sesuatu yang menguatkan lia untuk melakukan apa yang lia yakinin, untuk berbuat sesuatu yang terbaik. Sampai detik ini pun P dan S istrinya (yang pastinya bukan D), masih sangat marah kalo lia membuat sebuah keputusan yang selalu terkesan berkorban ‘bodoh’ istilah mereka berdua tanpa memperdulikan apa yang lia miliki dan apa yang bisa lia lakukan…(Love U…and rangga and his little brother) dan sampai detik ini pula, mereka akan selalu meminta lia untuk bisa meng'evaluasi dan cek2 dulu siapa yang akan jadi pendamping lia nantinya….hahahahaha, dunia dengan segala isinya adalah sesuatu yang penuh misteri yang kita ada didalamnya untuk lebih memberikan makna…

P bertemu dengan istrinya S pun, alhamdulillah lia kembali yang jadi saksi hidupnya mereka bisa seperti saat ini. Saat P bingung dan merasa lia harus tau dan kenal S sebelum P memutuskan (S sampai datang keyogya untuk ketemu lia salah satunya ) dan akhirnya lia sangat bahagia melihat P sekarang yang mau gak mau ‘teracuni’ dengan baik oleh S yang mempunyai pola pikir dan tujuan yang sangat bertentangan dengan apa yang P inginkan dan janjikan dulu untuk tetap hidup dan berkarier diyogya. P dan keluarga saat ini tinggal dijakarta, dengan kondisi yang terbaik, anak2 yang lucu (ranggaa’…tante bu’buuu kangen…) dan kehidupan yang terbaik.

D pun akhirnya bertemu dengan pasangan jiwanya . Kami tetap berhubungan dan lia tau, D dan M pun telah hidup bahagia, menjalani kehidupan yang mereka yakinin, anak yang lucu dan cerdas, dan memiliki kehidupan yang terbaik dengan berbagai macam karyanya yang sampai saat ini lia masih bisa sangat merasakan, waktu itu. dan setelah lia ketemu M, ternyata pola pikir dan cara pandang mereka pun sama.

Dan dari kesemuanya ini, lia semakin bersyukur Alhamdulillah, lia bisa bertemu dan bisa belajar dari orang2 yang hebat. Dimanapun, siapapun dan dalam keadaan apapun, kita akan selalu bisa belajar, dan belajar untuk lebih melihat dunia ini secara utuh. Untuk melihat dengan mata hati dan pikiran kita.  kita bisa mendengar, berdiskusi dan bicara tentang apapun dengan mereka, dan ya inillah yang namanya dunia dan kehidupan dengan apa yang sudah Allah rencanankan untuk kita. Kita hanya bisa berencana, tapi Allah yang tau apa yang terbaik untuk kita. setelah lia ingat semuanya, dari kejadian demi kejadian, pengalaman demi pengalaman apa yang terjadi dalam hidup kita, semuanya saling berkaitan dan saling mendukung untuk mencapai yang terbaik menurut Allah.  Dan apa yang kita alamin di masa lalu, adalah yang membawa kita pada saat ini. Karena tanpa masa lalu, kita tidak akan pernah ada saat ini....

                            

Heaven Help...

There comes a time
To be free of the heart
I wanna be ready
Ready to start
On a love journey
Got places to go
Made up my mind
And I have got to let you know

Heaven help the heart
That lets me inside
Heaven help the one
Who comes in my life
Heaven help the fool
That walks through my door
cause I decided right now
Im ready for love

A funny feelings coming
Over me
Now Im inspired and open to being
In a love place
But its out of my hands
Im telling you baby that you got to understand

Heaven help the heart
That lets me inside
Heaven help the one
Who comes in my life
Heaven help the fool
That walks though my door
cause I decided right now
Im ready for love
Ready for love

I cant see whats out there for me
And I know love offers no guarantee
Ill take a chance and im
Telling you something babe
I got to let you know

Heaven help the heart
That lets me inside
Heaven help the one
Who comes in my life
Heaven help the fool
That walks through my door
cause I decided right now
Im ready for love

Ready for love
Take a chance
Take the chance on love
The heart, the fool

Have I ever killed someone else's soul?

From: "Budi Sujanto"

Date: Thu, 6 Dec 2007 14:34:06 +0700
Subject: [indomobil_clubbers_and_partygoers]
Fw: Have I ever killed someone else's soul?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hmmm...How about me? Have I ever killed someone else's soul? Thanks to the one who had written this article... Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak. Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga akan mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan. Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya. Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ? Ayo cepat ! Dasar leletan? Bego banget sih. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan? Ayo, jangan main-main disini. Berisik ! Bising !? Atau, pernahkah Anda berteriak kepada orang tua Anda karena merasa mereka membuat Anda jengkel ? Kenapa sih makan aja berceceran ? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar ? Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati?Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak!Iii!Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa ! Aduh. Perempuan kampungan banget sih !? Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya? E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter? Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal, ?E tahu ngak ? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Ada banyak yang bisa gantiin kamu? Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu? Ingatlah ! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita. Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ? Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak ! Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam,benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas. Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh orang lain ataupun roh hubungan Anda, selalulah berteriak. Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya. Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita. Sumber: N/A

my lovely shasha...

"Halo nte’ iyaaa’…lagi ngapain? gimana kerjaan? Tawaran yang kemaren diambil aja lah ya’, daripada bingung. Besok2...kamu kan jadi ibu rumah tangga juga, ngurusin ngurusin anak, ngajarin anak belajar buat ulangan…kayak mas wija ni lho,ngajarin mbak shasha yang besok mau ulangan umum, jadi gak usah terlalu lama nimbang2nya lah...yaaah”

Spontan aku ketawa’ bareng ma mbak ovi yang selalu mengeluarkan kalimat sindiran untuk suaminya tercinta, gara2 suaminya yang selalu susah dan selalu ‘kurang diterima’ ma mbak shasha kponakanku itu, disaat harus ngajarin sesuatu,khususnya pelajaran sekolah.tapi jangan tanya' untuk hal lain...maka bapaknyalah yang jadi idola mbak shasha

Tiba-tiba diseberang udah terdengar suara mbak shasha’..: “ halo nte’ iyaaa’…tadi ibu bo’ong…yang ngajarin aku thu bukan bapak lho…tapi ibu. Bapak sekarang baru baca buku ma tiduran…nte’..mbak shasha kangen tante’…”

 Lia : Hehehehehe….iya mbak shasha’…tante kangen mbak shasha juga, Love you dear… sekarang belajar yah, biar besok ulangannya bisa…ok?...

Shas : ok….Love you nte’…and miss u so much…

Dan telpon pun beralih lagi ma mbak ovi yang tiba2 cerita, udah sedikit nyerah ma mbak shasha, yang mulai complain dan curhat tentang les piano’nya….

Mbak Ovi : Aduh ya’…aku gak bisa neh ngajarin shasha…tangan kirinya shas kurang lincah. Tangga nada yang waktu itu kamu ajarin, shas udah lupa smuanya…mpe’ gurunya, katanya suster udah sedikit nyerah, gara2 diajarinnya susah banget. gmana ya yak’….kayaknya lebih bisa kamu deh yang ngajarin shasha….dateng kerumah yaah, please ajarin shasha main piano’nya…

Lia : “mang kenapa mbak, skarang shasha udah diajarin apa? Masih tangga nada yang dulu atau udah nambah lagi?’…

Mbao Ovi : “ya itu ya’…mpe bingung aku. kok gak nambah2 yaaah? kmaren shas udah bilang juga ke aku ….aduh ibu…mbak shasha berhenti aja ya les piano’nya….mbak shasha mau les balet aja kayak tante iya’ dulu.

aduuuwhh…tau ndiri shasha…mau apa aja yang kamu bisa. Dulu piano, pengen les gara2 liat kamu main piano, sekarang udah les piano jadi minta les balet juga….kan gak tega aku, shasha kaku banget ya’ gak luwes (lincah)….

Kami pun spontan ketawa bareng lagi....kalo udah ngomongin “anakku” shasha yang atu’ itu mang udah susah…smuanya, dia banyak maunya sama kayak tante’nya  

Padahal dulu waktu kecilnya, shasha termasuk anak yang pendiem..suka’nya liat buku dan gambar. Lebih seneng megang buku daripada boneka ato mainan cewek lainnya.

Tapi sepulangnya dari US, smuanya berubah. Shas ajdi shasha yang sangat aktifdan lincah, gak pernah bisa diem…maunya banyak…suka’ ngobrol dan cerita segala macem, dewasa dan sangat pengertian. diajak ke toko buku, dia langsung tau buku apa yang dia mau…Princess dan kawan2nya kegemarannya shasha…tapi jangan salah harry potter’pun dia bisa cerita banyak, mpe oom’nya terheran2 ngobrol dan cerita banyak ma shasha 

Tante, budhe, eyang, sepupu, sodara mpe bibi yang bantuin dirumah pun, begitu ngliat shasha sekarang smuanya langsung bilang…bener2 duplikatnya eyang uti’ ma nte’ iya’nya …bukan mirip bapak ato ibu’nya….bibi yang gak bisa ngomong bahasa inggris diajaknya ngomong, dan begitu tau si bibi gak bisa ngomong bahasa inggris, ma shasha langsung diajarin, dan akhirnya bikin kita yang ada dirumah ketawa’ gak ada abisnya… 

Dunia anak kecil memang dunia yang selalu menghibur lia…Dari kecil sampai sekarang gak pernah abis dan berhenti lia buat ngomongin anak2…

bagaimana perkembangannya, lingkungannya, pola didiknya, dan berbagai macam hal yang berkaitan dengan anak2 akan selalu menjadi perhatian yang sangat besar buat lia… 

Belajar dari punya kponakan pertama “Branita Shandini wijayanto”…lia mengawali pembelajaran dunia nyata, bagaimana perkembangan anak dan apa yang bisa mempengaruhi kehidupannya…dari shasha masih bayi, mbak ovi harus jaga di RS, lia pun belajar untuk selalu memenuhi kebutuhan shasha…sampai sekarang, mbak ovi pun akan menjadikan lia salah satu sparing partner untuk bicara dan membicarakan perkembangan shasha. Apa yang terbaik dan bagaimana shasha selain dengan suaminya pastinya……semuanya kami bicarakan, dan akan nyambung lagi ke masalah anak2 

Jadi keinget juga akan TK ‘P”, dimana pembelajaran dunia yang nyata akan perkembangan anak2 yang lebih besar. TK keluarga pangeranku yang dibuat untuk masyarakat sekitarnya, dan anak para abdi dalemnya yang kurang terawat pada saat itu.

Alhamdulillah begitu ada rezeki dan lia dapet bantuan dari temen2 yang ada dibelanda, kami bantu sedikit demi sedikit untuk membuatnya memenuhi standart TK yang ada dan lia bisa sangat bahagia, begitu melihat anak2 bisa terjamin dan mendapatkan fasilitas yang memenuhi standart belajar mengajar di TK itu. Bicara dengan gurunya yang bekerja dengan cara mengabdi tanpa mendapatkan tunjangan yang sesuai untuk ukuran seorang guru TK, lia banyak belajar, bagaimana kompleksnya mempunyai sebuah tempat yang menjunjung tinggi amanah dari setiap orang tua yang ada, dan amanah dari Allah SWT, untuk mendidik dan membentuk makhluk yang dari tidak tau apa2, bersih, putih… menjadi sebuah bentukan yang baru…menjadi manusia yang berkembang 

Hhhhmmm…semoga masih ada orang yang bisa peduli dengan TK itu..karena masih banyak pembenahan yang harus dilakukan disana sininya… 

Anak2 adalah amanah yang diberikan kepada kita..
Anak2 akan menjadi manusia yang berkembang
Pembentukan anak dari lingkungan sosial terkecil adalah keluarga..
Anak dibentuk dan belajar dari nol...dan dari kitalah yang ada di lingkungannya, yang memberikan bentukan pertama, kepada anak2 kita....
Lingkungan berikutnya adalah pre school, taman kanak2...dimana disini anak2 akan lebih banyak dibentuk dan belajar akan sesuatu yang lebih kompleks lagi...

Maka di jenjang inillah lia lebih merasa concern, harus lebih selektif dan hati2...apa yang akan dimasukkan, diajarkan dan diketahui oleh anak2 kita nantinya... 

Inget waktu shasha pertama kali menginjakkan kakinya dilingkungan sosialnya yang lebih besar Pre school. Pada saat itu, mbak ovi dan lia sangat hati2 dan sangat memperhatikan apa yang mereka ajarkan, bagaimana cara mereka mendidik, bagaimana mereka menanamkan dan mengajarkan nilai2 yang terbaik untuk shasha....mbak ovi adalah seorang dokter yang sangat sibuk pada saat itu, mengemban tugas yang mulia untuk menolong sesama..sehingga waktu untuk shasha sedikit lebih kurang daripada lia yang pada saat itu waktunya lebih fleksibel..Sepualng kuliah, lia jemput shasha...lia liat perkembangannya, lia tanya ke guru’nya...dan begitu terus menerus..kadang kalo lia siaran, pangerankulah yang akan menjemput shasha, dan menggantikan posisi kami, untuk tau perkembangannya.Tidak ada satu waktu pun yang kami biarkan, untuk tidak bertanya ke gurunya, mengenai perkembangan yang dialami shasha setiap harinya..

Selain menanyakan terus menerus perkembangan shasha, yang kami lakukan mengevaluasi apa yang sudah shasha dapatkan disekolah, dengan menanyakan dan ngobrol apapun...contohnya meminta shasha untuk mempraktekkan nyanyian apa yang ada. Dan untungnya, sistem sekolah itu sudah lumayan bagus, karena ada buku monitoring yang bisa kami gunakan untuk mengevaluasi setiap perkembangan yang ada. 

Yaah...kami katakan sekolah itu lumayan bagus karena, sistem dan pemilihan guru2 yang mengajar disekolah itu, semakin lama kami sadari tidak memiliki sebuah standart yang terbaik, dan tidak membawa kemajuan yang sangat berarti untuk shasha. Banyak kemajuan shasha yang berhasil kami ajarkan dirumah, bukan disekolah...shasha bahkan sempat berpindah sekolah, ke sekolah yang kami harapkan memiliki system yang lebih baik. Tapi tetap saja kami heran. Dengan jumlah rupiah yang cukup besar kami bayarkan, tapi sekolah itu masih kami anggap masih kurang memiliki sistem yang terbaik dengan melihat perkembangan dan perbandingan yang ada.

Yaah, alhamdulillahnya cukup satu tahun aja shasha sekolah diIndonesia, dan akhirnya dia berangkat ke US, dengan bapak ibu’nya. Yang hasilnya selama shasha sekolah di sana, mau gak mau,harus kita acungi jempol untuk sistem pendidikan yang mengajarkan anaknya untuk berpikir kreatif, berani mengemukakakn pendapat, dan banyak hal positif yang tertanam di shasha...selain pastinya dari bapak ibunya dan lingkungan positifnya yang bisa membentuk shasha menjadi gadis cilik yang cerdas, pintar, sholeh (shasha sholat lima waktu... J), berbakti dan sangat mengerti orang tuanya...

Love u my little princess...and Allah always be with U dear....

Alhamdulillah....

15.45 sambil nunggu janjian meeting disbuah mall yang besar, mewah, dan tergolong masih baru dikawasan bisnis jakarta, banyak pikiran yang tiba2 terlintas, dari seneng sampe perasaan capeek banget.

yaah, kalo gak diundang ma bos besar pemilik sebuah megaplex yang skarang lagi booming2nya dijakarta buat di'pamerin' tempat barunya ini dan ngejaga tali silaturahmi yang udah terjalin lama....gak mau juga lah lia dateng ketempat yang gede ini sendirian, bingung lewat mana mana'nya dan gak ada pemandangan toko yang bisa dipake buat window shopping karena mang masih banyak yang belum buka.

sambil nunggu...ditemenin ma hot chocolate pastinya dan nachos dengan cheese'nya, ditengah hingar bingar yang 'nanggung' ini, tiba2 lia ngerasa harus nge'charge' lagi perasaan syukur alhamdulillah lia terhadap smua yang lia dapetin sampai detik ini....

perasaan syukur alhamdulillah, untuk slalu dijaga menjadi seorang lia yang tidak ikut terombang ambing dengan hingar bingar kehidupan yang ada didunia ini, dengan melihat kenyataan banyaknya orang yang udah menjadi seseorang, yang diakui ato tidak telah diperbudak dengan yang namanya jaman 'edan'...

Ya Allah..hamba bersyukur pada'Mu ya Allah...
karena terus menjaga lia, dan menempatkan lia disebuah keluarga yang memberi fondasi dan benteng yang cukup kuat untuk lia bisa menjaga diri lia menjadi lia yang seperti ini, yang tentu saja masih mempunyai banyak kekurangan...

dan rasa syukur ini lah,  yang membuat lia untuk berusaha selalu menjaga dan memperbaiki diri menjadi yang lebih baik..lebih baik..dan lebih baik ...Amien...

Lia sedemikian bersyukurnya karena lia berada di sebuah lingkungan pergaulan yang beraneka macam, ragam seluk beluknya ;) tapi lia masih bisa menjadi seorang lia...

lia ditempatkan disebuah lingkungan yang bisa membawa kedalam sebuah lingkungan yang berdinamika dan beragam warnanya..lingkungan profesional, bisnis, akademis, khidupan para birokrat, pejabat dari segala lini yang ada, lingkungan 'dalam' yang penuh dengan tradisi yang cukup kental, sampai lingkungan si mbok yang bantuin drumah, pak kayat tukang becak lia dari jaman sd, pak tarsiman tukang kebon rumah, si tini anak slb yang lia ajarin baca tulis naik sepeda yang skarang udah jadi ibu rumah tangga, anak2 bentara kali code dengan kehidupannya yang keras (karena mereka lia sering dapet gratisan parkir di KFC yogya hehehehe),para jemaah masjid di bantul pasca gempa, mbak joyo tukang pijet ampuh, anak2 sayap ibu yang masih membutuhkan kasih sayang kita smua, lingkungan pergaulan semi bebas sampai yang udah gak ada rem'nya sama sekali dan masih buanyak lagi lingkungan dan lika liku kehidupan yang gak bisa lia sebutin satu-satu disini, karena sedemikian banyaknya yang akhirnya membuat lia beryukur, bersyukur dan bersyukur karena ini smua membuat lia smakin kaya dengan mengerti apa yang dinamakannya sebuah kehidupan...

ini smua'lah yang membentuk lia untuk menjadi lia yang tetap menjadi lia dimanapun lia berada..disituasi, kondisi dan keadaan apapun dan dimanapun lia berada...dan tetap menjadi lia yang alhamdulillah tidak terombang ambing untuk mencari sebuah identitas yang lain untuk merasa ingin diakui dan akhirnya gak jelas juntrungannya...Lia adalah lia dengan semua paket yang ada didalamnya...

Alhamdulillah ya Allah....lia diberikan kekuatan dan menjadi diri lia yang seutuhnya yang tidak pernah malu sedikitpun untuk menolak dan menjaga diri lia dari semua pengaruh kehidupan yang ada...

Wine, rokok, alkhohol, drugs, kehidupan malam, pergaulan bebas..dan segala macam bentuk yang ada yang selalu ingin diikuti oleh individu yang merasa ingin diakui ..namun alhamdulillah..lia tetap menjadi lia yang yakin dengan apa yang lia yakinin dan menjaga lia untuk menjadi tetap seorang lia...   

semua ini adalah hanya perwujudan syukur lia terhadap apa yang ada dalam kehidupan lia...semua kembali kedalam individu masing-masing...karena yang maha adalah Allah SWT, dimana kita tidak bisa menilai kehidupan orang lain, tidak bisa menilai jalan dan apa yang ada di orang lain...

kita hanyallah manusia, yang diberi amanah untuk menjaga, menyayangi apa yang telah diberikan'NYA kepada kita dengan segala tuntunan dan petunjuk yang ada...untuk selalu ada di jalan'Nya....










16.45 WIB, adisucipto


P : mau kmana?
L : mau balik jakarta mas...
     mas gmana? sehat kan? abis nikahannya dek bunga...kok gak dateng c mas? tadi      lia udah pamitin ma semuanya kok tapinya...
P : mmm, iyaah..bapak kan dijakarta, aku tau ndiri kamu keadaanya gak   

     mungkin...ya biasalah...kamu kan udah tau aku gmana sakitnya...negh...
     (Ya Allah pada saat itu juga  aku megang tangannya dan keadaannya masih
      sama..berkeringat, gemetar....ya Allah....)
P : kamu gimana sekarang...kerjaan? baik2 aja kan?
L  : Insya Allah baik kok mas
P  : Bapak mama gmana ny? baik aja kan smuanya?
L  : Iyah, alhamdulillah, cuman bapak agak kurusan, kecapean kali' mas...
P  : Syukur kalo gitu...
L  : mas, lia dapet undangan dari V, dia nikah dan ada upacara siraman gitu di P, 
      gmana ya mas....
P  : Udah akh...gak usah dateng yahh...biarin aja...tau ndiri kan ntar keadaan di P
      kayak apa....'wong ijin make' tempat aja gak ada, pasti
      kacau...gak usah....yaaah...kamunya juga kasian, mahal bolak balik...
L  : iyaah..
P  : Ya udah gih ny...pesawatnya udah mau berangkat kan? udah maem belum tadi?
      maem dulu, ntar sakit..
L  : Iyah, gak pa2..udah kok...udah maem...kita nunggu kanjeng gusti turun
      pesawat sekalian yaaa.
P  :  Iyaah...

setelah itu gak ada pembicaraan lagi, kami berbicara dengan hati, karena insya Allah lia dan pangeranku bisa sama2 saling merasakan apa yang kami rasakan pada saat itu...dan sampai akhirnya  pangeranku antar sampai pintu keberangkatan dengan sesekali ada pembicaraan yang 'canggung' tentang keadaan kami masing2....

dan pada saat itu lia merasakan semua yang sama...kehangatannya, ketenangannya, kepeduliannya, perhatiannya....rasa sayang itu pun lia lihat dimatanya...dan bisa lia rasakan semuanya masih ada.

Ya Allah.....ada apa sebenarnya dibalik smua cerita yang lia gak tau ini...knapa semuanya kemudian berakhir ? kesalahpahaman, fitnah dan cerita yang gak benar? Ya Allah...smuanya kupasrahkan kepada'Mu, berillah hamba petunjuk'Mu ya Allah...

akhirnya karena gak tenang dengan keadaanya yang belum membaik, lia sms' pada saat akan boarding..." mas sehat yah, insya Allah besok lia kirimin buku kuda'nya..."






Tuesday, Nov 6th, 2007

From: "Erwin Arianto"

Date: Tue, 6 Nov 2007 08:35:22 +0700
Subject: [Manager-Indonesia]

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bersyukurlah dan berbahagialah Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan. " Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia ? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ? " Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari Pak Guru, " Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian ..." Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan Pak Guru itu menunjuk pada seorang murid. " Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ? Berbagilah dengan teman-temanmu ..." Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, " Seminggu yang lalu, adalah saat-saat yang sangat besar buat saya. Orang tua saya, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang saya impikan selama ini." Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu. " Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu !" Pak Guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya. Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara,hingga terdengar suara dari arah belakang. " Pak Guru ... Pak, saya belum bercerita." Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya. " Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua," ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu. " Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?" ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali. " Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya adalah ... saat nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang baru terbit 3 hari yang lalu." Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu. Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, " Ha ? Saya sudah sejak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon. Buku Telepon ? Betapa menyedihkan ... hahaha ..." Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, " Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu ?" Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan. Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan. " Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak ..." Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara. " Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan. Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi." Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan. " Tapi, kini Papa telah berubah. Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya. Sayang, semua itu tidak butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa saya. Dan kini, Papa berhasil. Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi." " Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon ? Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa untuk terus berlari. Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi. Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya." Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir. " Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang saya dapatkan nanti ..." Kelas terdiam.

Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk. Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan. Mereka juga belajar satu hal : " Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan orang lain.Sekecil apapun ...Sebesar apapun ..."

Aryaduta 506

Sbenernya gak nyambung langsung dengan judul diatas dengan apa yang mau lia tulis di blog ini, tapi lumayan lah, sebagai media yang akhirnya lia bisa ngrasain ini smua......dan,  ya memang inillah Lia... 

Lia yang kecil, selalu senang bercerita (panggilan baru bapak Noor,Candy.hihihi)…lia yang selalu berusaha untuk menganalisis, mencari tau sedetail mungkin, sampai akhirnya bisa sakit sendiri klo gak kesampaian jawaban yang sebenernya...Dari siapapun juga, pangeranku sampai saat ini..Dia pun heran....
"dduhhh kamu thu'....bisa-bisanya memikirkan sesuatu, menyiapkan sesuatu, dan memperhatikan sesuatu sampai sedetail mungkin...sampai sekecil2nya...."
Hihihihihi....ya gmana lagi? klo sesuatu hal yang ada dalam hidup lia, baik itu bikin lia seneng ato sedih, maka lia akan perhatikan dan maksimalkan semua itu..tapi, klo udah gak seneng...ya wassalam d...tapi kok jarang yaa ?!@#$%^

Klo Papa sering bilang …begitu beliau tau lia suka banget nonton film dan bisa seharian dikamar nonton film dari dulu, ditambah sangat tertarik ma yang berhubungan dengan film2 di pengadilan atau film2 yang ada kasus2nya gt......akhirnya sering keluar komentar dari papa….“knapa sih yang’, kamu gak ambil hukum aja..kamu thu anaknya gak bisa terima apapun, sbelum kamu yakin bener,  itu bener ato salah, selalu ‘ngeyel’ (gak bisa nurut), selalu berargumen dan gak bisa terima langsung pendapat dan omongan orang …...ditambah lagi, papa dirumah sering cerita klo ada beberapa kasus yang ditangani, lia langsung kasih pandangan lia tentang kasus itu sampai detail...sampai pembicaraan pun akan berhenti dengan permintaan lia “pah, lia sekolah lagi yaah, ambil LL.M  d“...hahahhahaha…..diem deh si papa. Karna kbingungannya….. "knapa pengen sekolah terus sih yang’...kapan nikahnya...? ntar klo udah nikah, baru boleh sekolah lagi d...."  yaaaah dbilang gt….lia malah jadi males d sekolahnya lagi …

Back then kepada cerita yang sbenernya mo dcritain, ...
Kmaren 2 hari,  lia ada di Pekanbaru, nikahan my sister (dia sih lebih seneng dianggep soulmate, bhubung tanpa janjian kami sering banget punya barang yang sama dengan skian banyak pilihan yang ada…..hihihihi ) mhel –bang harie...

Nikahan yang alhamdulillah semuanya berjalan lancar, dan memberikan sesuatu yang baru...lia jadi tau adat pernikahan yang gak cuma adat jawa...tapi sekarang lia tau yang namanya adat melayu.

Dijemput sendiri ma si pengantin cowboy (istillah yang mhel pake untuk dirinya)...membuat smunya semakin heran, pengantin2 masih bisa jemput lia di airport dan jalan ma lia buat nyiapin smuanya....knapa gak diem dirumah, yang biasanya kita tau, pengantin yang duduk dan diam manis dirumah, tanpa melakukan apapun juga...tapi ya beginillah mhel...

Dari airport, kami langsung cek lokasi dan persiapan resepsi...
bunga2 yang maha gede dari pejabat2 kelas tinggi ada, yang baru lia liat saat itu juga, udah bejejer banyaknya disepanjang jalan, dan dhalaman loby hotel aryaduta yang notabene tempat resepsi akan berlangsung esok harinya...

Setelah cek lokasi, kami pun check in di kamar 506 buat nyiapin dan beresin barang bawaan yang ada...sambil makan pisang plus resoles dan segelas fruitpunch.... sambil makan, cerita dan gak henti2nya lia ngliat dan bisa ngrasain betapa bahagiannya ‚soulmate’ ku ini....sms dan telp dari dia pun selalu ada untuk meyakinkan keadaanku, untuk menanamkan terus apa yang dia rasakan....(.always...and always...)

Setelah smuanya beres, lia benahin persiapan buat besok. Kebaya, kain songket, selop dan baju2 yang lia bawa....and finally done.

Akhirnya kami pun langsung beranjak lagi pergi kerumah mhel buat nyiapin dan ambil baju resepsi...dan betapa senengnya lia, begitu nyampe rumahnya, lia liat tarian dan upacara adat ala melayu yang katanya,  mereka akan terus menari sampai jam 12 malam. Padahal jam saat ini masih menunjukkan jam 7 malam...
waaaah...hebatnya orang2 ini yaaah...Tapi mang rancak banar musiknya, semua terlihat semangat menari dan tertawa bahagia..…dan sekali lagi lia mengagumi  Indonesia tercintaku ini, yang sangat kaya dengan keanekaragamannya....

Setelah semua beres, kami kembali khotel dan dsambut dengan sekotak spagheti dan sekotak chicken wing dan berjuta2 cerita dari nella dan yossi tentang pengalamannya malam ini...

Hahahahhaa....denger semua cerita’nya...lia merasa hidup lia semakin kaya...dan lia semakin inget dia, yang semakin membuat hidup lia smakin kaya, dengan membawa lia kepada sebuah kenyataan yang lain, kehidupan yang lain...dan subhanallah, lia bersyukur kepada’Mu ya Allah...telah memberi kelengkapan hidup ke lia....tentang berbagai macam kehidupan....yaah, mungkin inilah lia yang mereka liat...yang tanpa ada ketakutan sedikitpun untuk melepaskan lia dimanapun, lia akan bisa survive dan terus hidup dan menghidupi sekitarnya...amien.... 

Yaaah....twentysomething kayak lagunya jamie cullum lia bilang ke mereka....tapi inillah hidup, dan ini yang harus kita jalanin, dan kita alamin....
Kami pun tertawa karena saling menyadari apa yang sudah kami alamin dalam hidup ini...malam bahagia mhel bersama kami. Lia liat dia senyum yang gak pernah berhenti, nunjukkin ke kami, bagaimana bahagia hidupnya dikelilingi sahabat dan orang-orang yang disayanginya...love u too dear...

Dan akhirnya, smakin lama, lia smakin ’galak’ minta mhel buat tidur, dan nella, yossi pun buru2 pulang, karena memang udah jam 12 malem...
Setelah beres2 smua, lia liat mhel tidur dengan nyenyaknya menyambut hari esoknya...

dengan mhel disebelah lia, menanti hari esoknya, disisi satunya lia pun bicara dan ada untuk dia. Karena dari sore, lia lama gak ada buat dia, dan nada protespun sedikit keluar (maaf yaah..)

Dalam pembicaraan kami, dia khawatir dan memastikan keadaan lia. Dan skali lagi dia selalu dan selalu ingin mengingatkan ke lia, perasaan apa yang dia miliki, apa yang akan dia bawa untuk lia, bagaimana hidup yang dia inginkan dan akan dilakukannya.... (read: I can deliver to you what I promised you) , dengan selalu meyakinkan dan menguatkan apa yang kami miliki....

Yaaah, dengan ngliat mhel tidur di kamar 506 ini, lia jadi mikirin dia, inget dan semakin bisa ngelihat, gimana besarnya sayang yang dia miliki untuk lia, bagaimana berubahnya  dia tanpa ada sedikitpun permintaan itu dari lia bahkan lia sering protes dengan apa yang  dia lakukan, bagaimana dia bisa menjadi orang yang kadang orang lain pun merasa tidak mengerti, bagaimana bia perubahan hidup yang sedemikian drastis ada dalam hidupnya...

ya..karena sekali lagi dengan apa yang selalu dia bilang..." semakin lama aku kenal dan tau kamu, semakin tau apa yang aku mau, dan aku tau tujuan hidupku apa...naik turunnya kehidupanku saat ini, adalah hal yang nyata. Aku bisa merasakan sakit, seneng dan bahagia...yang benar2 nyata bisa aku rasain dan dapetin karena kamu....dan baru saat ini aku tau, skala prioritas yang ada dalam hidupku...aku bener2 merasa hidup ma kamu...Semua menjadi jelas dan nyata karena kamu..."

Inillah yang membawa lia dalam perasaan, membawa lia dalam sebuah fase kehidupan yang baru lagi...lia yang ternyata masih bisa membawa arti dan hidup seseorang menjadi berarti setelah apa yang terjadi dalam hidup lia selama ini....apakah ini jalan dan amanah dari Allah SWT yang diberikan kepada lia?

Apa yang ada dan lia lakukan selama ini, hanyallah berusaha menjadi yang terbaik dalam hidup ini...berusaha untuk menguatkan, menunjukkan 'arah' mana yang terbaik , karena lia pun masih belajar dan akan terus belajar, untuk menjadi orang yang baik dijalan Allah, dan menjadi manusia yang dapat memberi arti kehidupan...

Dalam perasaan diam dan  belum bisa menjanjikan apa2, bahkan dengan keyakinan dan apa yang lia rasakan dan tau untuk semua yang ada dan kami miliki....Subhanallah, Allah memberikan dia yang bisa mengerti dan tau keadaan lia saat ini, dan mau yang terbaik untuk lia...

Ya Allah, lia sebagai makhluk'Mu hanya bisa menyerahkan dan pasrahkan semuanya kepada'Mu...


so tired...

Ya Allah….i'm so super tired. and i mean super super tired physically and mentally.

Minggu ini..tepatnya bulan ini dengan banyaknya schedule yang harus dihadiri dan ditepati, dengan banyaknya persiapan yang harus dilakuin….dengan banyaknya ‘sesuatu’ yang harus dihadapi….fhuuiiih, jadi kangen jaman diyogya.  setelah kerja, masih bisa beli dan nyewa dvd banyak, nonton mpe’ puas dikamar sndiri, jalan ke 21, main games time crisis (my beloved one), makan bakmi pele’, nyetir dan nikmatin ringroad malem, mainan ma lovely niece and nephew, malem 1 suro’an di puro dengan klenengan dan gamelan, bobo’ di omah ijo…I love it…I love it…and damn I miss it!

Kangen banget suasana itu,kangen banget dengan smua yang ada, kangen banget liat ijo2’an, mainan air disungai yang jernih airnya, nginjek rumput yang tebel, makan ikan goreng pake nasi panas sayuran plus sambelnya, main  lessie di puppy garden yang ada dideket ringroad yogya yang akhirnya pun malah pengen beli hush puppies ato maltese.

Huhuhuhuhu..pengen…kangeeeeeeeeeeeeeeeeeen :’(

If I Ain't Got You

one song during my journey   


Some people live for the fortune
Some people live just for the fame
Some people live for the power, yeah
Some people live just to play the game
Some people think that the physical things
Define what's within
and I've been there before
but that life's a bore
So full of the superficial

Some people want it all
But I don't want nothin' at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everythin'
But everythin' means nothin'
If I ain't got you, yeah

Some people search for a fountain
Promises forever young
Some people need three dozen roses
And that's the only way to prove you love them
Hand me the world on a silver platter
And what good would it be
no one to share
with no one who truly cares for me

Some people want it all
But I don't want nothin' at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everythin'
But everythin' means nothin'
If I ain't got you, you, you
Some people want it all
but I don't want nothin' at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everythin'
But everythin' means nothin'
If I ain't got you, yeah

If I ain't got you with me baby
Oh, ooh, so nothing in this whole
wide world don't mean a thing
If I ain't got you with me baby