"Halo nte’
iyaaa’…lagi ngapain? gimana kerjaan? Tawaran yang kemaren diambil aja lah ya’,
daripada bingung. Besok2...kamu kan jadi ibu rumah tangga juga, ngurusin ngurusin anak, ngajarin anak belajar buat
ulangan…kayak mas wija ni lho,ngajarin mbak shasha yang besok mau ulangan umum, jadi gak usah terlalu lama nimbang2nya lah...yaaah”
Spontan aku ketawa’
bareng ma mbak ovi yang selalu mengeluarkan kalimat sindiran untuk suaminya
tercinta, gara2 suaminya yang selalu susah dan selalu ‘kurang diterima’ ma mbak
shasha kponakanku itu, disaat harus ngajarin sesuatu,khususnya pelajaran
sekolah.tapi jangan tanya' untuk hal lain...maka bapaknyalah yang jadi idola mbak shasha
Tiba-tiba diseberang
udah terdengar suara mbak shasha’..: “ halo nte’ iyaaa’…tadi ibu bo’ong…yang
ngajarin aku thu bukan bapak lho…tapi ibu. Bapak sekarang baru baca buku ma
tiduran…nte’..mbak shasha kangen tante’…”
Lia : Hehehehehe….iya
mbak shasha’…tante kangen mbak shasha juga, Love you dear… sekarang belajar
yah, biar besok ulangannya bisa…ok?...
Shas : ok….Love you
nte’…and miss u so much…
Dan telpon pun
beralih lagi ma mbak ovi yang tiba2 cerita, udah sedikit nyerah ma mbak shasha,
yang mulai complain dan curhat tentang les piano’nya….
Mbak Ovi : Aduh
ya’…aku gak bisa neh ngajarin shasha…tangan kirinya shas kurang lincah. Tangga
nada yang waktu itu kamu ajarin, shas udah lupa smuanya…mpe’ gurunya, katanya
suster udah sedikit nyerah, gara2 diajarinnya susah banget. gmana ya yak’….kayaknya
lebih bisa kamu deh yang ngajarin shasha….dateng kerumah yaah, please ajarin
shasha main piano’nya…
Lia : “mang kenapa
mbak, skarang shasha udah diajarin apa? Masih tangga nada yang dulu atau udah
nambah lagi?’…
Mbao Ovi : “ya itu
ya’…mpe bingung aku. kok gak nambah2 yaaah? kmaren shas udah bilang juga ke aku
….aduh ibu…mbak shasha berhenti aja ya les piano’nya….mbak shasha mau les balet
aja kayak tante iya’ dulu.
aduuuwhh…tau ndiri
shasha…mau apa aja yang kamu bisa. Dulu piano, pengen les gara2 liat kamu main
piano, sekarang udah les piano jadi minta les balet juga….kan gak tega aku,
shasha kaku banget ya’ gak luwes (lincah)….
Kami pun spontan
ketawa bareng lagi....kalo udah ngomongin “anakku” shasha yang atu’ itu mang
udah susah…smuanya, dia banyak maunya sama kayak tante’nya
Padahal dulu waktu
kecilnya, shasha termasuk anak yang pendiem..suka’nya liat buku dan gambar.
Lebih seneng megang buku daripada boneka ato mainan cewek lainnya.
Tapi sepulangnya
dari US, smuanya berubah. Shas ajdi shasha yang sangat aktifdan lincah, gak pernah
bisa diem…maunya banyak…suka’ ngobrol dan cerita segala macem, dewasa dan
sangat pengertian. diajak ke toko buku, dia langsung tau buku apa yang dia mau…Princess
dan kawan2nya kegemarannya shasha…tapi jangan salah harry potter’pun dia bisa
cerita banyak, mpe oom’nya terheran2 ngobrol dan cerita banyak ma shasha
Tante, budhe,
eyang, sepupu, sodara mpe bibi yang bantuin dirumah pun, begitu ngliat shasha sekarang
smuanya langsung bilang…bener2 duplikatnya eyang uti’ ma nte’ iya’nya …bukan
mirip bapak ato ibu’nya….bibi yang gak bisa ngomong bahasa inggris diajaknya
ngomong, dan begitu tau si bibi gak bisa ngomong bahasa inggris, ma shasha
langsung diajarin, dan akhirnya bikin kita yang ada dirumah ketawa’ gak ada
abisnya…
Dunia anak kecil
memang dunia yang selalu menghibur lia…Dari kecil sampai sekarang gak pernah
abis dan berhenti lia buat ngomongin anak2…
bagaimana
perkembangannya, lingkungannya, pola didiknya, dan berbagai macam hal yang
berkaitan dengan anak2 akan selalu menjadi perhatian yang sangat besar buat
lia…
Belajar dari punya
kponakan pertama “Branita Shandini wijayanto”…lia mengawali pembelajaran dunia
nyata, bagaimana perkembangan anak dan apa yang bisa mempengaruhi
kehidupannya…dari shasha masih bayi, mbak ovi harus jaga di RS, lia pun belajar
untuk selalu memenuhi kebutuhan shasha…sampai sekarang, mbak ovi pun akan
menjadikan lia salah satu sparing partner untuk bicara dan membicarakan perkembangan
shasha. Apa yang terbaik dan bagaimana shasha selain dengan suaminya pastinya……semuanya
kami bicarakan, dan akan nyambung lagi ke masalah anak2
Jadi keinget juga
akan TK ‘P”, dimana pembelajaran dunia yang nyata akan perkembangan anak2 yang
lebih besar. TK keluarga pangeranku yang dibuat untuk masyarakat sekitarnya,
dan anak para abdi dalemnya yang kurang terawat pada saat itu.
Alhamdulillah
begitu ada rezeki dan lia dapet bantuan dari temen2 yang ada dibelanda, kami bantu
sedikit demi sedikit untuk membuatnya memenuhi standart TK yang ada dan lia
bisa sangat bahagia, begitu melihat anak2 bisa terjamin dan mendapatkan
fasilitas yang memenuhi standart belajar mengajar di TK itu. Bicara dengan
gurunya yang bekerja dengan cara mengabdi tanpa mendapatkan tunjangan yang
sesuai untuk ukuran seorang guru TK, lia banyak belajar, bagaimana kompleksnya
mempunyai sebuah tempat yang menjunjung tinggi amanah dari setiap orang tua
yang ada, dan amanah dari Allah SWT, untuk mendidik dan membentuk makhluk yang
dari tidak tau apa2, bersih, putih… menjadi sebuah bentukan yang baru…menjadi
manusia yang berkembang
Hhhhmmm…semoga
masih ada orang yang bisa peduli dengan TK itu..karena masih banyak pembenahan
yang harus dilakukan disana sininya…
Anak2 adalah amanah yang diberikan kepada kita..
Anak2 akan menjadi manusia yang berkembang
Pembentukan anak dari lingkungan sosial terkecil adalah
keluarga..
Anak dibentuk dan belajar dari nol...dan dari kitalah
yang ada di lingkungannya, yang memberikan bentukan pertama, kepada anak2
kita....
Lingkungan berikutnya adalah pre school, taman
kanak2...dimana disini anak2 akan lebih banyak dibentuk dan belajar akan
sesuatu yang lebih kompleks lagi...
Maka di jenjang inillah lia lebih merasa concern, harus
lebih selektif dan hati2...apa yang akan dimasukkan, diajarkan dan diketahui
oleh anak2 kita nantinya...
Inget waktu shasha pertama kali menginjakkan kakinya
dilingkungan sosialnya yang lebih besar Pre school. Pada saat itu, mbak ovi dan
lia sangat hati2 dan sangat memperhatikan apa yang mereka ajarkan, bagaimana
cara mereka mendidik, bagaimana mereka menanamkan dan mengajarkan nilai2 yang
terbaik untuk shasha....mbak ovi adalah seorang dokter yang sangat sibuk pada
saat itu, mengemban tugas yang mulia untuk menolong sesama..sehingga waktu untuk
shasha sedikit lebih kurang daripada lia yang pada saat itu waktunya lebih
fleksibel..Sepualng kuliah, lia jemput shasha...lia liat perkembangannya, lia
tanya ke guru’nya...dan begitu terus menerus..kadang kalo lia siaran,
pangerankulah yang akan menjemput shasha, dan menggantikan posisi kami, untuk
tau perkembangannya.Tidak ada satu waktu pun yang kami biarkan, untuk tidak
bertanya ke gurunya, mengenai perkembangan yang dialami shasha setiap harinya..
Selain menanyakan terus menerus perkembangan shasha, yang
kami lakukan mengevaluasi apa yang sudah shasha dapatkan disekolah, dengan
menanyakan dan ngobrol apapun...contohnya meminta shasha untuk mempraktekkan
nyanyian apa yang ada. Dan untungnya, sistem sekolah itu sudah lumayan bagus,
karena ada buku monitoring yang bisa kami gunakan untuk mengevaluasi setiap
perkembangan yang ada.
Yaah...kami katakan sekolah itu lumayan bagus karena,
sistem dan pemilihan guru2 yang mengajar disekolah itu, semakin lama kami
sadari tidak memiliki sebuah standart yang terbaik, dan tidak membawa kemajuan
yang sangat berarti untuk shasha. Banyak kemajuan shasha yang berhasil kami
ajarkan dirumah, bukan disekolah...shasha bahkan sempat berpindah sekolah, ke
sekolah yang kami harapkan memiliki system yang lebih baik. Tapi tetap saja
kami heran. Dengan jumlah rupiah yang cukup besar kami bayarkan, tapi sekolah
itu masih kami anggap masih kurang memiliki sistem yang terbaik dengan melihat
perkembangan dan perbandingan yang ada.
Yaah, alhamdulillahnya cukup satu tahun aja shasha
sekolah diIndonesia, dan akhirnya dia berangkat ke US, dengan bapak ibu’nya.
Yang hasilnya selama shasha sekolah di sana, mau gak mau,harus kita acungi
jempol untuk sistem pendidikan yang mengajarkan anaknya untuk berpikir kreatif,
berani mengemukakakn pendapat, dan banyak hal positif yang tertanam di
shasha...selain pastinya dari bapak ibunya dan lingkungan positifnya yang bisa
membentuk shasha menjadi gadis cilik yang cerdas, pintar, sholeh (shasha sholat
lima waktu... J), berbakti dan
sangat mengerti orang tuanya...
Love u my little
princess...and Allah always be with U dear....
Recent Comments